Archive Pages Design$type=blogging$count=7

banner image

Makalah Pengantar Telekomunikasi “Teknologi Seluler”

PENGANTAR TELEKOMUNIKASI
Teknologi Seluler



STMIK DUTA BANGSA SURAKARTA 
 TAHUN AJARAN 2014


KATA PENGANTAR
Puji dan Syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat-Nya kita dapat berupaya dan berusaha dalam menjalani hidup ini. Shalawat serta salam, marilah kita curahkan kepada baginda Rasul yakni Nabi Besar Muhammad SAW dan keluarganya, sahabatnya, sampai pada umatnya yang palingakhir, semoga kita semua selalu melaksanakan ajaran–ajarannya. Amiin. Makalah yang berjudul “Teknologi Seluler” ini diajukan guna memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Telekomunikasi.
Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga makalah ini dapat diselesaikan sesuai dengan waktunya. Makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini memberikan informasi bagi anda dan bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan bagi kita semua.
Surakarta, 21 Mei 2014

Penulis












DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL  i
KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI  iii
BAB I PENDAHULUAN  1
A. Latar Belakang 1
B.  Rumusan Masalah 2
C. Tujuan Penulisan 2
D. Manfaat Penulisan 2
BAB II PEMBAHASAN  3
A. Sejarah Teknologi Seluler 3
B. Perkembangan Teknologi Seluler 6
C. Dampak Positif dan Negatif Teknologi Seluler 11
BAB III PENUTUP  12
A. Kesimpulan 12
B. Saran 12
DAFTAR PUSTAKA  13








BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Perkembangan media teknologi komunikasi di Indonesia saat ini semakin canggih dalam kehidupan masyarakat dan tidak dapat dihindarkan. Seperti  bertambah banyaknya masyarakat yang menggunakan media komunikasi berupa handphone. Handphone pada awalnya merupakan barang yang langka dan dianggap mewah, serta hanya orang kalangan ekonomi atas yang dapat memilikinya. Namun seiring dengan perkembangan zaman yang semakin maju, kini handphone  menjadi barang  primer serta mudah dibeli. Handphone sekarang ini sudah menjadi alat komunikasi yang penting dan di gemari oleh berbagai kalangan masyarakat, baik anak-anak, remaja maupun orang tua. Selain dijadikan sebagai alat komunikasi, handphone juga  sudah menjadi trend gaya hidup di masyarakat pada saat ini.
Fungsi handphone pada saat ini sudah mulai bergeser. Dahulu handphone hanya digunakan untuk menelfon ataupun dengan menggunakan SMS (Short Message Service) untuk  menyampaikan suatu pesan. Sekarang dengan  kemajuan ilmu  pengetahuan  di  bidang  teknologi  yang  semakin modern, kini handphone  telah  berkembang bukan hanya sebagai alat untuk berkomunikasi.  Adanya  berbagai  fitur  yang  tersedia  dalam  handphone, seperti adanya kamera, musik MP3, internet, 3G dan fasilitas-fasilitas lainnya, masyarakat dapat menggunakannya bukan sekedar untuk berkomunikasi. Seiring  dengan  terus  berkembangnya  teknologi  komunikasi  dalam produksi  handphone,  kini  berbagai  jenis  merek handphone  dapat  ditemui dengan harga yang semakin terjangkau.  Banyak masyarakat tertarik  untuk membeli  dan  mengikuti  keluaran  handphone  yang  terbaru, akan tetapi akan lebih baik apabila kita mengetahui dan mengerti asal mula munculnya perangkat  handphone ini, dan juga kekurangannya.
 Dalam makalah ini telah diterangkan perkembangan teknologi yang mendasari terciptanya perangkat selular HandPhone, dan berbagai materi yang singkat tetapi kaya akan informasi.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana sejarah Teknologi Seluler?
2. Bagaimana perkembangan Teknologi Seluler?
3. Apa saja dampak positif dan negatif dari Teknologi Seluler?

C. TUJUAN PENULISAN
1. Untuk mengetahui apa Teknologi Seluler itu.
2. Untuk mengetahui perkembangan Teknologi Seluler.
3. Untuk mengetahui dampak positif dan negatif dari Teknologi Seluler.

D. MANFAAT PENULISAN
1. Bisa dijadikan acuan dalam rangka meningkatkan Teknologi Seluler yang telah ada.
2. Bisa dijadikan bahan kajian belajar untuk mengetahui perkembangan Teknologi Seluler.
3. Bisa dijadikan motivasi untuk meningkatkan prestasi diri di bidang Teknologi.











BAB II
PEMBAHASAN

A. Teknologi Seluler
1. Sejarah Telepon Seluler
Sejarah telepon seluler ternyata sudah ada dari jaman penjajahan, yaitu kira-kira tahun 1947 di negara paman sam alias Amerika dan Eropa. Pada tahun 1910 adalah cikal bakal telepon seluler yang ditemukan oleh Lars Magnus Ericsson, yang merupakan pendiri perusahaan Ericsson yang kini di kenal dengan perusahaan Sony Ericsson. Pada awalnya, orang Swedia ini medirikan perusahaan Ericsson memfokuskan terhadap bidang bisnis perlaan telegraf, dan perusahaanya juga tidak terlalu besar pada waktu itu.
Pada tahun 1921 pertama kalinya Departemen Kepolisian Detroit Michigan menggunakan teleopn mobile yang terpasang di semua mobil polisi dengan menggunakan freuensi 2 MHz.
Pada tahun 1960, di Finlandia sebuah perusahaan bernama Fennis Cable Works yang semula berbisnis dibidang kabel, melakukan ekspensi dengan mendirikan perusahaan elektronik yang bernama Nokia sebagai handset telepon seluler.
Tahun 1970-an perkembangan telepon mobile menjadi pesat dengan di dominasi oleh 3 perusahaan besar yaitu di Eropa dengan perusahaan Nokia dan rerusahaan Mototola-nya.
Pada tahun 1969, sistem telekomunikasi seluler dikomersialkan. Setelah tahun 1970, telekomunikasi seluler semakin sering dibicarakan orang. Motorola mengenalkan telepon genggam tiga tahun kemudian. Ukurannya memang cukup besar dengan antena pendek. Ada pula ponsel dengan ukuran sekoper. Dr Cooper yang menjadi manajer proyek inovasi Motorola itu memasang base station di New York. Untuk proyek ini Motorola bekerja dengan Bell Labs. Penemuan ini sekaligus diklaim sebagai penemuan ponsel pertama. Di suatu pagi 3 April 1973,Cooper, saat itu menjabat sebagai general manager pada Divisi Communication Systems Motorola mempertunjukkan cara berkomunikasi aneh dari terminal telepon portable. Dia mencoba ponsel raksasanyasambil berjalanjalan di berbagai lokasi di New York. Itulah saat pertama ponsel ditampilkan dan digunakan di depan publik.
Dalam pertunjukan itu, Cooper menggunakan ponsel seberat 30 ounce sekitar (800 gram) atau sepuluh kali lipat dibandingkan rata rata ponsel yang beredar saat ini.
2. Sistem Kerja Telepon Seluler
Sistem Kerja Telepon Seluler yaitu dengan sistem sel yang menggunkan sejumlah transceiver yang disebut sebagai BTS (Base Transceiver Station) berdaya kecil yang dirangkaikan untukmencakup wilayah yang dilayani, sehingga telepon seluler dapat digunakansambil bergerak (mobile).
Dalam teknologi seluler, area liputan dibagi menjadi beberpa bidang hexagonal (segi enam) yang dijangkau oleh BTS yang saling tumpang tindih.
Setiap area berdiameter 3-5 mil, tergantung banyaknya pengguna (semakin banyak pengguna, maka luas area setiap sel semakin sempit).
Kapasitas masing-masing BTS juga disesuaika dengan perkiraan kepadatan telekomunikasi di wilayah yang dijangkaunya.
 Pada system seluler, untuk menggambarkan cakupan area secara geografis digunakanlah penggambaran heksagonal. Area inilah yang disebut sel (Cell).
3. Komponen-Komponen Seluler
Beberapa komponen penting pembentuk system dari seluler adalah peralatan seluler itu sendiri seperti Base Station Radio,Antena dan Base Station Controller yang akan mengatur lalulintas dari beberapa sel dan saling berhubungan pula dengan jaringan telepon publik. Jaringan ini  disusun dari beberapa entitas fungsional yang dibagi menjadi 3 (tiga) bagian yaitu:
a. Mobile Station
Mobile Station yang merupakan perangkat dibawa oleh pelanggan atau kata lain telepon selulernya yang akan menerima maupun mengirimkan data.Mobile Station terdiri dariRadio transceiver, Display dan Digital Signal Proccesor (DSP) dan kartu SIM (Subscriber Identity Module).
Dalam Global Systemfor Mobile telecommunication (GSM) identitas panggilan tidak dihubungkan dengan handphonenya tetapi dengan kartu SIM sehingga bila kartu SIM dimasukan keterminal lain maka pengguna akan tetap menerima panggilan dan dapat melakukan pemanggilan dari terminal tersebut serta dapat menerima layanan pelanggan yang lainnya. Mobile Equipment atau Handphone secara unik dapat dikenali dengan International Mobile Subscriber Identity (IMEI) sedangkan kartu SIM memiliki International Mobile Subscriber Identity (IMSI) yang dapat mengidentifikasi pelanggan. Akan tetapi IMEI dengan IMSI tidak saling tergantung maka dapat digunakan dalam mobilitas pribadi. Dengan kata lain kita dapat memindahkan kartu SIM ke Handphone manapun juga.
b. Base Station Subsystem (BBS)
Base Station Subsystem  (BBS)  merupakan  peralatan  yang mengendalikan hubungan antara radio dengan mobile station. Base Station Subsystem terdiri atas dua bagian yaitu : Base Transceiver Station (BTS) yang mengandung transceiver radio yang menangani sebuah cell atau daerah dan berhubungan dengan mobile station dan Base Station Controller (BSC) yang cara kerjanya mengatur hubungan radio antara satu dan beberapa Base Transceiver Station. Selain itu juga Base Transceiver Station merupakan penghubung antara Mobile station dengan Mobile Service Switching Center (MSC).
c. Network Subsystem
Network Subsystem yang merupakan bagian utamanya adalah mobile Service Switcing Center (MSC) kegunaannya untuk melakukan switching pengguna jaringan bergerak dengan pengguna jaringan bergerak atau tetap. Mobile Service Switching Center (MSC) juga menyediakan hubungan dengan jaringan PSTN dan ISDN. Penyesuaian di antara identitas fungsional ini menggunakan Signaling Sistem Number 7 (SS7) yang digunakan untuk Trunk Signaling dalam ISDN dan digunakan secara luas di jaringan umum sekarang. Informasi mengenai mobile station disimpan dalam dua Location Register yang merupakan sebuah basis data. Yang pertama adalah Home LocationRegister (HLR) yang berisi semua informasi administrasi dari semua pelanggan yang terdaftar disuatu jaringan GSM beserta lokasi dari mobile station. Lokasi dari suatu Mobile Station disimpan dalam bentuk Mobile Station Roaming Number (MSRN). Sedangkan yang kedua adalah Visitor Location Register (VLR) berisi informasi administrasi terpilih dari Home Location Register (HLR) yang dibutukan untuk control pangilan dan izin bagi pengguna service berlangganan untuk setiap pengguna. Register lain yang digunakan untuk autentikasi dan keamanan adalah Equipment Identity Register (EIR) yang merupakan basis data yang berisi daftar Mobile Station yang valid dalam jaringan GSM yang teridentifikasi lewat nomor IMEI. Sedangkan Autenthication Center adalah basis data terproteksi yang menyimpan salinan PIN (Personal Identity Number) yang digunakan untuk autentifikasi.

B. Perkembangan Teknologi Seluler
1. Jenis Teknologi Seluler
Dengan perkembangan teknologi wireless yang sedang berkembang pesat saat ini yaitu teknologi telepon tanpa kabel (wireless) diantaranya AMPS (Advance Mobile Phone System), GSM (Global System for Mobile system) dan CDMA (Code Division Multiple Access).
a. AMPS (Advance Mobile Phone System)
AMPS merupakan generasi pertama pada teknologi selular. System ini di alokasikan pada Band 800 Mhz. jaringan ini mengguatkan sirkuit terintergrasi yang sangat besar yang terdiri dari Computer Dedicated dan System Switch. AMPS menggunakan range frekuensi antara 824 Mhz - 894 Mhz yang diperuntukan pada ponsel analog. AMPS hanya di operasikan pada band 800 Mhz dan tidak menawarkan fitur lain yang umum digunakan pada layanan seluler seperti e-mail dan browsing di web. Kualitas suara yang kurang bagus serta beberapa permasalahan teknis menjadi kendala dari system AMPS ini sehingga system ini tidak berkembang dan bahkan ditinggalkan setelah teknologi digital berkembang.
b. GSM (Global System for Mobile telekomunication)
GSM merupakan generasi kedua setelah AMPS, GSM pertama kali dikeluarkan pada tahun 1991 dan mulai berkembang pada tahun 1993 dengan diadopsi oleh beberapa negara seperti Afrika Selatan, Australia, Timur Tengah, dan Amerika Utara. Perkembangan pesat dari GSM disebabkan karena penggunaan system yang digital sehingga memungkinkan pengembang untuk mengekploitasi penggunaan algoritma dan digital serta memungkinkannya penggunaan Very Large Scale Intergration (VLSI).Untuk mengurangi dan memperkecil biaya Handled terminalnya, pada saat ini GSM telah menggunakan fitur Intelegent Network (jaringan kecerdasan).GSM adalah system telekomunikasi bergerak dengan menggunakan system selular digital. GSM pertama kali dibuat memang dipersiapkan untuk menjadi system telekomunikasi bergerak yang memiliki cakupan internasional berdasarkan pada teknologi Multyplexing Time Division Multiple access (TDMA). GSM mempunyai frekuensi 900 Mhz selain itu GSM juga menggunakan frekuensi 1800 Mhz dengan nama Personal Communication Network. GSM juga menyediakan layanan untuk mengirimkan data dengan kecepatan tinggi yang menggunakan teknologi High Speed Circuit Switch Data (HSCSD) yang mampu mengirimkan data sampai 64 Kbps hingga 100 Kbps. Di Indonesia jaringan GSM di tempati oleh PT. Telkomsel, Exelkomindo, Satelindo, Indosat.
c. CDMA (Code Devision Multiple Access)
CDMA merupakan generasi ketiga (3G). Teknologi telpon tanpa kabel sangat dirasakan perkembangannya, dengan munculnya berbagai macam jenis telepon selular. Sekarang ini yang sedang berkembang adalah telepon tanpa kabel yang menggunakan Code Devision Multiple Access yang menggunakan teknik penyebaran spectrum. Berbeda dengan metode Global System for Mobile Communication (GSM) yang menggunakan Time Division Multiplexing (TDM), CDMA tidak memberikan penanda pada frekuensi khusus pada setiap user. Setiap channel menggunakan spectrum yang tersedia secara penuh. Percakapan individual akan di encode atau di sandikan dengan pengaturan digital secara pseudo random. CDMA merupakan perkembangan AMPS yang pertama kali di gunakan oleh militer Amerika Serikat sebagai komunikasi.

2. Perkembangan Evolusi Jaringan Teknologi Selular
Dalam Perkembangannya teknologi selular telah mengalami beberapa kali evolusi. Untuk sekarang ini di Indonesia kebanyakan operator selular sudah berada di Third Generation (3G) dan Third Half Generation (3.5G). Evolusinya sebagai berikut :
a. First Generation (1G)
Inilah generasi pertama dari teknologi telekomunikasi Selular yang sudah menggunakan teknologi frequency re-use & hand-off (berpindah dari pemancar yang satu ke yang lainnya tanpa terputus koneksinya). Ciri mendasar untuk generasi pertama ini adalah menggunakan modulasi FM (Frequency modulation) mirip radio FM dan untuk komunikasi suara. Contoh implementasinya adalah AMPS, TACS & NMT. Untuk indonesia menggunakan AMPS dengan operator yang lumayan terkenal untuk saat itu adalah Komselindo. Salah satu kekurangan yang sangat mencolok dari. Generasi pertama ini adalah masalah security (sering terjadi cloning) dan kapasitas yang masih terbatas.
b. Second Generation (2G)
Kemudian muncul generasi kedua yang didrive oleh kebutuhan kapasitas & security. Dan ini dapat dikatakan dengan dimulainya Era Digital diteknologi selular. Adapun layanan yang disupport adalah suara, SMS & data kecepatan rendah (9.6 -14.4 kbps). Yang menjadi killer application dari generasi kedua ini adalah SMS yang sampai bisa mematikan peusahaan Pager & kemampuan interoperability yang memungkinkan subscriber membawa Mobile subsriber (MS) kedaerah yang lain ataupu luar negeri atau lebih kerennya dikenal Roaming. Adapun implementasinya adalah GSM, D-AMPS, IS-95.
Kemudian di phase Generasi kedua ini kemudian berkembang lagi menjadi 2.5G yang didrive karena meningkatnya pemakaian transmisi data yang salah satunya disebabkan semakin meningkatnya pemakaian internet. Untuk Evolusi GSM adalah ke GPRS (General Packet Radio Service) yang throughputnya bisa mencapai 115 kbps (average througput 20-30 kbps) . Sebenarnya generasi kedua kemudian muncul lagi 2.75G yang salah satunya adalah EDGE (Enhanced Data for GSM Evolution) dengan maksimum throughput bisa mencapai 470 kbps (average throughput 80-130 kbps) namun kebanyakan operator tidak mengimplementasikan). Untuk teknologi 2G menggunakan modulasi Time Division Multiple Access (TDMA).

c. Third Generation
Karena kebutuhan data semakin meningkat akhirnya muncullah teknologi 3G. Adapun berdasarkan ITU-T mensyaratkan untuk 3G dengan kinerja :
1) 144 kbps Pada kecepatan user 100 km/jam.
2) 384 kbps pada kecepatan user berjalan kaki.
3) 2 mbps untuk kecepatan user diamm.
Untuk implementasi 3G pun terbagi menjadi 2 versi yaitu mengikuti evolusi GSM menjadi WCDMA sedangan CDMA menjadi CDMA1xEv-Do. Untuk Implementasi  di  Indonesia  yang  merupakan  operator  GSM mengimplemntasilan WCDMA Rel 99 dengan maks speed di 384 Kbps. Namun beberapa operator juga sudah mulai mengimplementasikan HSDPA (WCDMA Rel.4) dengan maksimum speed bisa menjadi 3.6 Mbps dengan rata-rata throughput bisa mencapai 1-2 Mbps. Teknologi 3G untuk modulasinya menggunakan Code division multiple access (CDMA).Teknologi 3G bisa memberikan service berupa voice, video call, mobile TV & High Speed data. Dengan high speed data diharapkan akan semakin meningkatkan pemakaian internet dan membuat user seperti beraktivitas dikantor walaupun berada diluar kantor. Untuk kedepannya teknologi selular akan berevolusi menuju 4G yang tentunya akan memberikan kecepatan data yang lebih tinggi. Ada beberapa teknologi sekarang ini yang diperkirakan menjadi cikal bakal modulasi 4G yaitu Orthogonal Frequency Division Multiple access (OFDM).
d. Fourth-generation
Sistem 4G menyediakan solusi IP yang komprehensif dimana suara, data, dan arus multimedia dapat sampai kepada pengguna kapan saja dan dimana saja, pada rata-rata data lebih tinggi dari generasi sebelumnya. Bagaimanapun, terdapat beberapa pendapat yang ditujukan untuk 4G, yakni: 4G akan merupakan sistem berbasis IP terintegrasi penuh. Ini akan dicapai setelah teknologi kabel dan nirkabel dapat dikonversikan dan mampu menghasilkan kecepatan 100Mb/detik dan 1Gb/detik baik dalam maupun luar ruang dengan kualitas premium dan keamanan tinggi. 4G akan menawarkan segala jenis layanan dengan harga yang terjangkau. Setiap handset 4G akan langsung mempunyai nomor IP v6 dilengkapi dengan kemampuan untuk berinteraksi internet telephony yang berbasis Session Initiation Protocol (SIP). Semua jenis radio transmisi seperti GSM, TDMA, EDGE, CDMA 2G, 2.5G akan dapat digunakan, dan dapat berintegrasi dengan mudah dengan radio yang di operasikan tanpa lisensi seperti IEEE 802.11 di frekuensi 2.4 GHz & 5-5.8Ghz, bluetooth dan selular. Integrasi voice dan data dalam channel yang sama. Integrasi voice dan data aplikasi SIP-enabled. perangkat 4G  yang paling banyak diproduksi saat ini lebih mendukung spektrum frekuensi 700 MHz. Di Asia Pasifik saat ini tercatat sudah ada 66 operator yang mengadopsi teknologi 4G. Mayoritas menggunakan spektrum frekuensi di 2,1 GHz, 700 MHz, 2,6 GHz FDD, dan 1.800 MHz.



C. Dampak Positif dan Negatif Teknologi Seluler
1. Dampak Positif :
a. Meningkatkan konektivitas, baik jarak dekat maupun jarak jauh dan mengurangi jumlah waktu dimana kita tidak bisa berkomunikasi dengan orang lain.
b. Dampak telepon seluler telah mempengaruhi cara seseorang melakukan bisnis. Dampak positif  handphone bagi anak-anak dan remaja adalah memungkinkan mereka mengembangkan kemandirian mereka.
c. lakukan percakapan dengan orang lain yang mungkin tidak tepat untuk dilakukan di depan umum atau di acaraa tertentu.
d. Teknologi ponsel juga memudahkan kita dalam berkomunikasi.
2. Dampak Negatif :
a. Dapat mengganggu tingkat konsentrasi anak saat belajar. 
b. Efek radiasi telepon selular yang berbahaya bagi otak
c. Mampu mengundang tingkat kriminalitas
d. Bagi pelajar, mampu berpotensi mempengaruhi sikap dan perilaku siswa.
e. Pemborosan uang yang sia-sia. 
f. Semakin melunturnya nilai moral dan sopan santun.









BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Seluler adalah suatu sistem komunikasi yang dapat memberikan layanan telekomunikasi baik data, voice, maupun video dimana akses pelanggannya dapat dilakukan dalam keadaan bergerak. Seiring dengan berkembangnya teknologi seluler maka layanan informasi dan komunikasipun semakin cepat dan mudah. Dengan adanya konsep seluler ini maka pengguna dapat  melakukan hubungan komunikasi dengan pengguna lain tanpa harus bergantung pada media fisik (contoh: kabel) yang dapat membatasi kegiatan mobilitas.

B. Saran
Adanya keseimbangan dari masyarakat mengenai teknologi seluler yang semakin canggih dengan kehidupan sehari-hari. Jangan sampai dengan ponsel masyarakat menjadi malas karena hanya dengan ponsel dapat melakukan berbagai aktivitas komunikasi sehingga proses interaksi secara langsung atau tatap muka dengan orang lain jarang dilakukan.









DAFTAR PUSTAKA







Makalah Pengantar Telekomunikasi “Teknologi Seluler” Makalah Pengantar Telekomunikasi “Teknologi Seluler” Reviewed by Agustinus - on 22:55:00 Rating: 5
Powered by Blogger.